{"id":7146,"date":"2017-03-03T15:06:10","date_gmt":"2017-03-03T08:06:10","guid":{"rendered":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/tanpa-kategori\/magha-puja-di-vihara-setti-dhama\/"},"modified":"2017-03-03T15:06:10","modified_gmt":"2017-03-03T08:06:10","slug":"magha-puja-di-vihara-setti-dhama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/?p=7146","title":{"rendered":"Magha Puja di Vihara Setti Dhama"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\">Ungaran &#8211; Rabu (01\/03) Keluaga besar Umat Budha Kecamatan Susukan, merayakan <strong>Magha Puja di Vihara Setti Dhama<\/strong> Desa kenteng, Kecamatan Susukan. Dalam agama Buddha terdapat beberapa peringatan hari besar yang selalu diperingati di setiap tahunnya, salah satunya di bulan Februari yaitu peringatan Magha Puja. Magha Puja merupakan peristiwa penting dan bersejarah bagi Agama Buddha yang terjadi di bulan Magha. Maka dari itu, Magha Puja masih diperingati setiap tahunnya untuk selalu mengenang dan merenungkan peristiwa agung yang terjadi pada bulan Magha.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\">Di sampaikan Penyuluh Agama Budha ( Supriyatiningsih. S.AG) Perayaan ini merupakan perayaan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya, Supriyatiningsih menjelaskan dari apa yang telah disampaikan oleh Bhikswu Khemadiro dari Semarang, bahwa inti kegiatan ini memperingati 4 peristiwa penting yaitu :<em>Seribu dua ratus lima puluh orang bhikkhu datang berkumpul tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, Mereka semuanya telah mencapai tingkat kesucian arahat, Mereka semuanya memiliki enam abhinna dan Mereka semua ditasbihkan oleh Sang Buddha dengan ucapan &ldquo;Ehi Bhikkhu&rdquo;.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\">Pada kesempatan agung itu, Sang Buddha menerangkan prinsip-prinsip ajaran yang disebut Ovada Patimokkha. Isi dari Ovada Patimokkha itu sama dengan syair yang tercantum dalam kitab suci Dhammapada bab XIV ayat 183, 184, dan 185 yaitu sebagai berikut :<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-size: small;\">Janganlah berbuat kejahatan,<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small;\">Perbanyaklah perbuatan baik,<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small;\">Sucikan hati dan pikiran,<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small;\">Inilah ajaran para Buddha.<\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"font-size: small;\">Kesabaran adalah praktik bertapa yang paling tinggi.<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small;\">&ldquo; Nibbana adalah yang tertinggi,&rdquo; begitulah sabda para Buddha.<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small;\">Dia yang masih menyakiti orang lain,<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small;\">Sesungguhnya bukanlah seorang pertapa (samana).<\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"font-size: small;\">Tidak menghina, tidak menyakiti,<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small;\">Mengendalikan diri sesuai dengan peraturan,<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small;\">Makanlah secukupnya,<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small;\">Hidup di tempat yang sunyi,<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small;\">Dan giat mengembangkan batin nan luhur,<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small;\">Inilah ajaran para Buddha.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small;\">Selanjutnya Supriyatiningsih menjelaskan bahwa melaksanakan perayaan Magha Puja tersebut yang akan bermanfaat bagi kelestarian dan perkembangan Buddha Dharma sesuai dengan makna agung yang terkandung dalam hari raya Magha Puja. Hal ini bertujuan agar makna dari perayaan Magha Puja yang sakral ini tidak hilang seiring dengan berkembangan zaman dan kemajuan tehnologi. tutupnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Magha Puja di Vihara Setti Dhama di kenteng susukan kabupaten semarang<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7147,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[56],"tags":[299],"class_list":["post-7146","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-informasi-penting","tag-magha-puja-di-vihara-setti-dhama-agama-budha-perayaan-agama-budha"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7146","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7146"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7146\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7147"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}