{"id":7000,"date":"2019-07-03T10:00:00","date_gmt":"2019-07-03T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/tanpa-kategori\/prosedur-nikah-dan-rujuk\/"},"modified":"2022-06-22T14:16:04","modified_gmt":"2022-06-22T07:16:04","slug":"prosedur-nikah-dan-rujuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/?p=7000","title":{"rendered":"Prosedur Nikah Dan Rujuk"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Di dalam negara RI yang berdasarkan hukum, segala sesuatu yang bersangkut paut dengan penduduk harus dicatat, seperti halnya kelahiran, kematian termasuk juga perkawinan.<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Perkawinan termasuk erat dengan masalah kewarisan, kekeluargaan sehingga perlu dicatat untuk menjaga agar ada tertib hukum.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Pegawai Pencatat Nikah (PPN) mempunyai kedudukan yang jelas dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia <em>(UU No.22 Tahun 1946 jo UU No. 32 Tahun 1954)<\/em> sampai sekarang PPN adalah satu-satunya pejabat yang berwenang mencatat perkawinan yang dilangsungkan menurut hukum agama Islam dalam wilayahnya. Untuk memenuhi ketentuan itu maka setiap perkawinan harus dilangsungkan dihadapan dan dibawah pengawasan PPN karena PPN mempunyai tugas dan kedudukan yang kuat menurut hukum, ia adalah Pegawai Negeri yang diangkat oleh Menteri Agama pada tiap-tiap KUA Kecamatan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Masyarakat dalam merencanakan perkawinan agar melakukan persiapan sebagai berikut :<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">1. Masing-masing calon mempelai saling mengadakan penelitian apakah mereka saling cinta\/setuju dan apakah kedua orang tua mereka menyetujui\/merestuinya. Ini erat kaitannya dengan surat-surat persetujuan kedua calon mempelai dan surat izin orang tua bagi yang belum berusia 21 tahun .<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">2. Masing-masing berusaha meneliti apakah ada halangan perkawinan baik menurut hukum munakahat maupun menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Untuk mencegah terjadinya penolakan atau pembatalan perkawinan).<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">3. Calon mempelai supaya mempelajari ilmu pengetahuan tentang pembinaan rumah tangga hak dan kewajiban suami istri dsb.<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">4. Dalam rangka meningkatkan kualitas keturunan yang akan dilahirkaan calon mempelai supaya memeriksakan kesehatannya dan kepada calon mempekai wanita diberikan suntikan imunisasi tetanus toxoid.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">A. Pemberitahuan Kehendak Nikah<\/span><\/strong><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Setelah persiapan pendahuluan dilakukan secara matang maka orang yang hendak menikah memberitahukan kehendaknya kepada PPN yang mewilayahi tempat akan dilangsungkannya akad nikah sekurang-kurangnya 10 hari kerja sebelum akad nikah dilangsungkan. Pemberitahuan Kehendak Nikah berisi data tentang nama kedua calon mempelai, hari dan tanggal pelaksanaan akad nikah, data mahar\/maskawin dan tempat pelaksanaan upacara akad nikah (di Balai Nikah\/Kantor atau di rumah calon mempelai, masjid gedung dll).<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Pemberitahuan Kehendak Nikah dapat dilakukan oleh calon mempelai, wali (orang tua) atau wakilnya dengan membawa surat-surat yang diperlukan :<\/span><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">I. Perkawinan Sesama WNI<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">1. Foto Copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk calon Penganten (caten) masingmasing 1 (satu) lembar.<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">2. Surat pernyataan belum pernah menikah (masih gadis\/jejaka) di atas segel\/materai bernilai minimal Rp.6000,- (enam ribu rupiah) diketahui RT, RW dan Lurah setempat.<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">3. Surat keterangan untuk nikah dari Kelurahan setempat yaitu Model N1, N2, N4, baik calon Suami maupun calon Istri.<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">4. Pas photo caten ukuran 2\u00d73 masing-masing 4 (empat) lembar, bagi anggota ABRI berpakaian dinas.<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">5. Bagi yang berstatus duda\/janda harus melampirkan Surat Talak\/Akta Cerai dari Pengadilan Agama, jika Duda\/Janda mati harus ada surat kematian dan surat Model N6 dari Lurah setempat.<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">6. Harus ada izin\/Dispensasi dari Pengadilan Agama bagi :<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">\u00a0 &#8211; Caten Laki-laki yang umurnya kurang dari 19 tahun;<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">\u00a0 &#8211; Caten Perempuan yang umurnya kurang dari 16 tahun;<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">\u00a0 &#8211; Laki-laki yang mau berpoligami.<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">7. Ijin Orang Tua (Model N5) bagi caten yang umurnya kurang dari 21 tahun baik catenlaki-laki\/perempuan.<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">8. Bagi caten yang tempat tinggalnya bukan di wilayah Kecamatan xxx, harus ada surat Rekomendasi Nikah dari KUA setempat.<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">9. Bagi anggota TNI\/POLRI dan Sipil TNI\/POLRI harus ada Izin Kawin dari Pejabat Atasan\/Komandan.<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">10. Bagi caten yang akan melangsungkan pernikahan ke luar wilayah Kecamatan xxx harus ada Surat Rekomendasi Nikah dari KUA Kec. xxx<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">11. Kedua caten mendaftarkan diri ke KUA Pasar Minggu sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hari kerja dari waktu melangsungkan Pernikahan. Apabila kurang dari 10 (sepuluh) hari kerja, harus melampirkan surat Dispensasi Nikah dari Camat xxx<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">12. Bagi WNI keturunan, selain syarat-syarat tersebut dalam poin 1 s\/d 10 harus melampirkan foto copy Akte kelahiran dan status kewarganegaraannya (K1).<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">13. Surat Keterangan tidak mampu dari Lurah\/Kepala Desa bagi mereka yang tidak mampu.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">II. Perkawinan Campuran<\/span><\/strong><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">1. Akte Kelahiran\/Kenal Lahir<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">2. Surat tanda melapor diri (STMD) dari kepolisian<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">3. Surat Keterangan Model K II dari Dinas Kependudukan (bagi yang menetap lebih dari\u00a0<\/span><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">satu tahun)<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">4. Tanda lunas pajak bangsa asing (bagi yang menetap lebih dari satu tahun)<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">5. Keterangan izin masuk sementara (KIMS) dari Kantor Imigrasi<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">6. Foto Copy PasPort<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">7. Surat Keterangan dari Kedutaan\/perwakilan Diplomatik yang bersangkutan.<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">8. Semua surat-surat yang berbahasa asing harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penterjemah resmi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">B. Pemeriksaan Nikah<\/span><\/strong><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">PPN yang menerima pemberitahuan kehendak nikah meneliti dan memeriksa berkas \u2013berkas yang ada apakah sudah memenuhi syarat atau belum, apabila masih ada kekurangan syarat\u00a0<\/span><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">maka di eritahukan adanya kekurangan tersebut. Setelah itu dilakukan pemeriksaan terhadap calon suami, calon istri dan wali nikahnya yang dituangkan dalam Daftar Pemeriksaan Nikah (Model NB).<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Jika calon suami\/istri atau wali nikah bertempat tinggal di luar wilayah KUA Kecamatan dan tidak dapat hadir untuk diperiksa, maka pemeriksaannya dilakukan oleh PPN yang\u00a0<\/span><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">mewilayahi tempat tinggalnya. Apabila setelah diadakan pemeriksaan nikah ternyata tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan baik menurut hukum munakahat maupun menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku maka PPN berhak menolak pelaksanaan pernikahan dengan cara memberikan surat penolakan beserta alasannya. Setelah pemeriksaan dinyatakan memenuhi syarat maka calon suami, calon istri dan wali nikahnya menandatangani Daftar Pemeriksaan Nikah. Setelah itu yang bersangkutan membayar biaya administrasi pencatatan nikah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">C. Pengumuman Kehendak Nikah<\/span><\/strong><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Setelah persyaratan dipenuhi PPN mengumumkan kehendak nikah (model NC) pada papan pengumuman di KUA Kecamatan tempat pernikahan akan dilangsungkan dan KUA\u00a0<\/span><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Kecamatan tempat tinggal masing-masing calon mempelai. PPN tidak boleh melaksanakan akad nikah sebelum lampau 10 hari kerja sejak pengumuman, kecuali seperti yang diatur dalam psl 3 ayat 3 PP No. 9 Tahun 1975 yaitu apabila terdapat alasan yang sangat penting misalnya salah seorang calon mempelai akan segera bertugas keluar negeri, maka dimungkinkan yang bersangkutan memohon dispensasi kepada Camat selanjutnya Camat atas nama Walikota\/Bupati memberikan dispensasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">D. Pelaksanaan Akad Nikah<\/span><\/strong><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\"><span style=\"text-decoration: underline;\">1.Pelaksanaan Upacara Akad Nikah<\/span> : di Balai Nikah\/Kantor di Luar Balai Nikah : rumah calon mempelai, masjid atau gedung dll.<\/span><br \/><span style=\"text-decoration: underline;\"><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">2.PemeriksaanUlang :<\/span><\/span><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Sebelum pelaksanaan upacara akad nikah PPN \/Penghulu terlebih dahulu memeriksa\/mengadakan pengecekan ulang persyaratan nikah dan administrasinya kepada kedua calon pengantin dan walinya untuk melengkapi kolom yang belum terisi pada waktu pemeriksaan awal di kantor atau apabila ada perubahan data dari hasil pemeriksaan awal. Setelah itu PPN\/ Penghulu menetapkan dua orang saksi yang memenuhi syarat.<\/span><\/em><br \/><span style=\"text-decoration: underline;\"><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">3.Pemberian izin<\/span><\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Sesaat sebelum akad nikah dilangsungkan dianjurkan bagi ayah untuk meminta izin kepada anaknya yang masih gadis atau anak terlebih dahulu minta\/memberikan izin kepada ayah atau wali, dan keharusan bagi ayah meminta izin kepada anaknya untuk menikahkan bila anak berstatus janda.<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">4. Sebelum pelaksanaan ijab qobul sebagaimana lazimnya upacara akad nikah bisa didahului dengan pembacaan khutbah nikah, pembacaan istighfar dan dua kalimat syahadat<\/span><br \/><span style=\"text-decoration: underline;\"><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">5. Akad Nikah \/Ijab Qobul<\/span><\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">6. Pelaksanaan ijab qobul dilaksanakan sendiri oleh wali nikahnya terhadap calon mempelai pria, namun apabila karena sesuatu hal wali nikah\/calon mempelai pria dapat mewakilkan kepada orang lain yang ditunjuk olehnya.<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">7. Penandatanganan Akta Nikah oleh kedua mempelai, wali nikah, dua orang saksi dan PPN yang menghadiri akad nikah.<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">8. Pembacaan Ta\u2019lik Talak<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">9. Penandatanganan ikrar Ta\u2019lik Talak<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">10. Penyerahan maskawin\/mahar<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">11. Penyerahan Buku Nikah\/Kutipan Akta Nikah.<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">12. Nasihat perkawinan<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">13. Do\u2019a penutup.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Prosedur Rujuk di KUA<\/span><\/strong><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Proses pencatatan rujuk adalah sebagai berikut :<\/span><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Orang yang akan rujuk, harus datang bersama istrinya ke Kantor Urusan Agama yang mewilayahi tempat tinggal istri, dengan membawa dan menyerahkan surat-surat sebagai\u00a0<\/span><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">berikut :<\/span><br \/><strong><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">1. Foto Copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) masing-masing 1 (satu) lembar.<\/span><\/em><\/strong><br \/><strong><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">2. Surat Keterangan untuk rujuk dari Kepala Desa\/Lurah tempat berdomisili (blankomodel R1).<\/span><\/em><\/strong><br \/><strong><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">3. Akta Cerai asli beserta lampiran putusan dari Pengadilan Agama.<\/span><\/em><\/strong><br \/><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Sebelum rujuk dicatat akan diperiksa terlebih dahulu :<\/span><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Apakah suami yang akan merujuk itu memenuhi syarat-syarat rujuk.<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Apakah rujuk yang akan dilakukan itu masih dalam masa iddah talak raj\u2019i.<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Apakah perempuan yang akan dirujuk itu bekas istrinya.<\/span><\/em><br \/><em><span style=\"font-size: small; font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Apakah ada persetujuan bekas istri<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prosedur Nikah Dan Rujuk bagi warga Negara Indonesia<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[991,1265],"tags":[1002,1107,1106,1112,969,1108,1111,1110,1109],"class_list":["post-7000","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kua","category-layanan-kua","tag-akad-nikah","tag-pelaksanaan-akad-nikah","tag-pemeriksaan-nikah","tag-prosedur-cerai","tag-prosedur-nikah","tag-prosedur-rujuk","tag-syarat-cerai","tag-syarat-rujuk","tag-tata-cara-rujuk"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7000","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7000"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7000\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8209,"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7000\/revisions\/8209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7000"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7000"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/semarang.kemenag.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7000"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}